Assesmen adalah proses untuk mendapatkan data/informasi dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk memantau perkembangan proses pembelajaran serta memberikan umpan balik baik kepada dosen maupun kepada mahasiswa. Terdapat berbagai macam jenis assesmen dan salah satunya adalah tes. Tes adalah assesmen yang pesertanya diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan secara tertulis/lisan ataupun mendemonstrasikan suatu ketrampilan yang diperintahkan. Umumnya dilakukan pada akhir suatu tahapan pembelajaran dan jawaban yang diberikan memiliki kemungkinan benar atau salah. Assesmen, termasuk juga tes, menghasilkan informasi pencapaian relatif terhadap tujuan pembelajaran.

Assesmen dapat dibagi berdasarkan penggunaannya, yaitu assesmen sumatif (summative assessment) dan assesmen formatif (formative assessment). Asesmen sumatif digunakan untuk memperoleh informasi tetang pencapaian mahasiswa setelah menyelesaikan suatu aktivitas atau modul atau satuan perkuliahan lainnya. Umumnya hasil dari assesmen sumatif dimasukkan ke dalam komponen penilaian. Assesmen formatif dilakukan untuk mendapatkan umpan balik (feedback) dan umpan maju (feedforward) dari proses pembelajaran yang dilakukan dan/atau untuk mendukung perencanaan pembelajaran.

Setelah diperoleh hasil assesmen maka dilakukan proses pengukuran. Pengukuran adalah proses penyematan atribut atau dimensi atau kuantitas terhadap hasil assesmen dengan cara membandingkannya terhadap suatu instrumen standar tertentu. Istilah penilaian (grading) dapat digunakan secara khusus untuk proses pengukuran ini. Setelah dilakukan pengukuran maka hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Evaluasi adalah proses pemberian status atau keputusan atau klasifikasi terhadap suatu hasil pengukuran/assesmen.

Huitt, B., Hummel, J., & Kaeck, D. (2001). Assessment, measurement, evaluation, and research. Retrieved February 6, 2015, from http://www.edpsycinteractive.org/topics/intro/sciknow.html