1. Tidak santun dalam berkomunikasi

Apa jadinya bila Anda mendapati seseorang berbicara kasar kepada Anda? Arogan dan selalu menyerang? Kalau Anda bisa menjadi bantal dengan kesabaran Anda atas lemparan kata-katanya yang melecut emosi, situasi bisa cukup bisa dikendalikan. Namun apa jadinya bila ternyata Anda pun terprovokasi seperti saling mengadu batu? Pecah. Itulah akibatnya bila kesantunan tak ada dalam percakapan. Kesantunan menjadi harga mati. Kesantunan terlihat dari senyum yang jujur, respons yang positif, dan emosi yang terkendali. Kesantunan melahirkan pikiran yang dingin dan jalan keluar. Arogansi hanya akan menyebarkan pesan tak sampai, memuaskan ego sesaat, dan meretakkan sebuah hubungan.

 

  1. Tidak mendengar dengan baik

Bagaimana perasaan Anda bila saat Anda bicara, teman bicara Anda malah terus memainkan ponselnya? Atau mengalihkan fokus pada pekerjaan yang sebenarnya bisa ditunda? Tentu Anda merasa sakit hati atau kurang dihargai. Hargailah ia yang berbicara dengan memerhatikannya. Bukan hanya menjadi mendengar, tapi juga menyimak. Simak bagaimana ia mengutarakan pesannya dengan mimik wajah dan bahasa tubuhnya. Ia menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Bukankah Tuhan pun menciptakan dua telinga dan satu mulut adalah agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara?

 

  1. Selalu mendominasi

Teman bicara Anda mungkin pertama akan merasa bosan, selanjutnya ketika topik kemudian menjadi tidak menarik, ia meninggalkan Anda. Itu masih lebih baik ketimbang ia mencap Anda menjadi sosok yang harus dijauhi karena ia berpikir Anda hanya akan membuang waktunya.

 

  1. Semuanya tentang diri sendiri

Terkait dengan dominasi pembicaraan, tahukah Anda bahwa sudah menjadi sifat dasar manusia ingin lebih menceritakan tentang dirinya sendiri. Anda butuh sedikit pengendalian dan trik. Justru bila Anda menyediakan diri dan bertanya tentang teman bicara Anda, percakapan bisa menjadi berkembang. Ia akan merasa diperhatikan. Namun berhentilah memberikan pertanyaan terus menerus sehingga teman bicara Anda merasa diinterogasi. Proporsional saja.

 

  1. Hanya jawaban singkat

Bayangkan Anda berbicara panjang lebar namun teman bicara Anda hanya mengucapkan “Ya”/”Tidak”, bagaimana perasaan Anda?. Bila Anda menggunakan closed questions itu menjadi hal yang wajar. Namun bila Anda mulai membuka percakapan dengan open questions seperti “Bagaimana pengalaman liburan kemarin, cerita dong?” lalu jawabannya hanya “Ya, begitulah”, bagaimana tanggapan Anda? Tidak enak bukan. Maka sertakan perasaan positif Anda untuk terlibat dalam percakapan agar menarik dan dapat mendekatkan hubungan.

 

  1. Membuang tatapan mata

Barangkali perasaan diremehkan menjadi akibat dari sebab utama ini (membuang tatapan mata-red). Hati-hati, bisa jadi bila Anda melakukan ini, teman bicara Anda merasa dianggap tidak penting dan justru kesan negatif timbul terhadap Anda. Perhatikanlah teman bicara Anda. Fokus pada area segitiga antara kedua mata dan hidung.

 

  1. Negative topic

Tidak ada gunanya pula mendengarkan isi pembicaraan yang hampir semuanya negatif. Entah itu mengungkap aib seseorang, mempersepsikan negatif kepada suatu kejadian, atau menceritakan diri Anda dengan keluhan-keluhan. Orang akan berusaha menjauh dan jengah. So please be positive. Percakapan Anda akan lebih menyenangkan.

 

  1. Tidak memerhatikan waktu

Padahal teman bicara Anda sudah memperlihatkan wajah gusar dan sering melihat jam tangan, tetapi Anda terus saja bercerita tanpa peka dengan bahasa tubuh ini. Inilah kekeliruan yang sering kali terjadi. Peka terhadap waktu dan tahu kapan segera mengakhiri pembicaraan Anda adalah suatu hal yang penting.

 

  1. Sok tahu

Mungkin Anda ingin terlihat pintar. Apapun Anda katakan tanpa dasar. Anda ingin menyita perhatian tapi yang terjadi malah diri Anda secara tidak langsung berada dalam posisi rendah. Jujurlah pada diri sendiri.

 

  1. Menyela pembicaraan

Sikap ini bisa menimbulkan perasaan kesal kepada salah satu teman bicara yang dipotong pembicaraannya. Dengarkan sampai selesai atau ketika ia mulai mengajukan pertanyaan, Anda bisa masuk ke pembicaraan dari sana.

 

ditulis oleh Afif Luthfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *