Selama bertahun-tahun saya melihat ada dua jenis tipe orang yang menentukan sikapnya terhadap lingkungan dan memiliki kontribusi yang berbeda di masing-masing tipe tersebut:

1.  Tipe yang disebut sebagai Taker. Tipe ini ditunjukkan dengan sikap seseorang lebih mementingkan kebutuhan dirinya dan selalu mengajukan  pertanyaan  “Apa yang akan saya dapatkan?”. Orang-orang dengan tipe takerbiasanya orang yang sangat mengharapkan bantuan,perhatian,support dari orang lain dan mereka sangat haus dengan perhatian untuk memenuhi kebutuhannya. Orang-orang dengan tipe ini jika dalam lingkungan pergaulan umumnya mereka sangat sensitif terhadap sikap orang lain dan berusaha untuk menunjukkan suatu perilaku agar dirinya menjadi pusat perhatian. Ia selalu mengharapkan perhatian sebagai pembenaran terhadap perilakunya, orang-orang dengan tipe taker biasanya kurang peduli terhadap orang lain ketika hal itu tidak terlalu berhubungan dengan dirinya tapi ketika ada orang yang bersikap sedikit negatif dan menganggap itu akan berdampak pada dirinya, ia akan memiliki kecenderungan menjadi orang yang raktif. Bagi orang taker segala sesuatu di dunia ini adalah dirinya dan untuk itu ia menciptakan banyak berbagai macam perilaku dan sikap yang tujuannya yaitu agar ia menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Orang dengan tipe taker umumnya adalah orang-orang yang sering terjerumus kedalam gangguan yang namanya narcissism atau dikenal sebagai narsistik, karena ia begitu mengagumi dirinya, membanggakan dirinya, bahkan ia menganggap dirinya adalah orang yang penting dari sekelilingnya. Satu sisi tipe taker adalah seorang pejuang yang akan berkompetisi dengan berani untuk mencapai tujuan tujuannya, terutama yang berkaitan dengan kepentingan diri.

2. Sedangkan tipe kedua adalah tipe  Giver yaitu orang yang selalu melihat kebutuhan orang lain dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan orang lain tersebut semampunya. Biasanya pertanyaan yang muncul adalah “Apa yang bisa saya bantu?”. Tipe giver biasanya selalu mencoba untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan menyenangkan, yang dapat membuat orang lain merasa diterima dan ia akan merasakan kepuasan ketika orang-orang di sekelilingnya merasa terbantu dengan apa yang lakukan. Orang tipe giver kadangkala melupakan kebutuhan pribadinya dan ia lebih melihat kepentingan orang lain. Sehingga hal ini mejadi kelemahannya yaitu adalah ketika mereka mengorbankan dirinya terlalu besar. Bahkan hingga kesehatan dirinya pun kadang-kadang tidak ia pedulikan. Tipe giver adalah orang yang yang sangat empati dan berusaha untuk melihat apa yang dibutuhkan orang orang lain, bahkan ia rela mengorbankan waktu demi orang-orang di sekitarnya. Tipe giver akan cocok ketika mereka bekerja di bidang pelayanan yang membutuhkan sikap pengorbanan yang tinggi pada orang lain, namun kelemahan tiba giver yang lain adalah dorongan untuk memberikan segala yang ia miliki. Seringkali ia merasa menjadi kosong dan mudah sekali terjerumus ke dalam situasi gangguan jiwa yang disebut sebagai burn out. Oleh karena itu penting juga seorang tipe giver untuk menjaga keseimbangan hidupnya agar dia tetap bisa memberikan namun juga  ia pun harus mendapatkan sesuatu.

Dua tipe ini walaupun secara umum bisa digambarkan yang satu sisi adalah negatif sedangkan yang sisi lain ada positif tetapi dalam realisasinya kedua hal ini sangat dinamis baik pergaulan maupun dalam dunia kerja yang membutuhkan orang yang kompetitif maka mereka harus merekrut orang-orang yang punya tingkat kompetisi yang tinggi seperti tipe taker, namun  jika ingin membuat organisasi lebih stabil dan tuntas bisa tentunya kita membutuhkan orang-orang dengan tipe giver.

Ditulis oleh Andreas Imawanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *