Membuka Presentasi Satu Menit | AND Learning & Coaching

Saat melakukan opening, beberapa di antara kita sering terjebak dalam pembukaan yang panjang, bertele-tele atau kehilangan arah. Akibatnya audiens menjadi tidak fokus. Mereka lebih memilih mengecek kembali gawainya (gadget-red) dan kehilangan antusiasme.

Contoh yang kurang baik:

“Selamat pagi bapak/ibu sekalian. Perkenalkan saya Aryo dari divisi marketing. Terima kasih sudah hadir dalam kesempatan ini. Saya mau mengucapkan terima kasih juga kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bpk. Krisna selaku atasan saya. Mohon maaf jika nanti dalam penyampaian masih banyak kekurangan. Mudah-mudahan saja presentasi saya nanti bisa memberikan sedikit banyak informasi yang bermanfaat bagi bapak/ibu sekalian. Tema yang saya akan bawakan sebetulnya sederhana. Hanya saja saya merasa ini perlu untuk disampaikan.”

Wow… dalam satu menit bahkan saya belum dapat inti dari bahasan mas Aryo ini seperti apa. Untung yang diberikan ucapan terima kasih hanya tiga pihak. Bagaimana kalau hingga rekan kerja, bawahan, OB, dll. satu per satu diberikan ucapan terima kasih 😀 bisa-bisa satu menit dihabiskan hanya untuk say thanks.

Ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan opening yang singkat dalam presentasi namun tetap powerful. Saya sebut ini sebagai “The Magic Sixty”. Maksudnya adalah kita dapat melakukan opening saat presentasi dengan waktu kurang lebih enam puluh detik saja alias satu menit.

Langkah-langkahnya adalah:

  1. Welcome

Berikan salam pembuka seperti “Assalamualaikum”, “Selamat pagi”, tentu dengan senyum dan antusias, ya.

  1. Praise

Pujilah hadirin yang sudah menyempatkan waktu hadir di sana untuk mendengarkan presentasi Anda. Ucapan terima kasih dapat menjadi penghargaan bagi mereka dan biasanya audiens senang dipuji.

  1. Theme

Sampaikan tema atau judul presentasi Anda ini apa.

  1. Reason

Ini bagian yang tidak kalah penting. Audiens perlu tahu mengapa mereka harus duduk mendengarkan Anda. Apakah presentasi Anda cukup penting. Mengapa perlu dibahas. Jadi, pastikan di bagian ini Anda benar-benar menyiapkan alasan mengapa topik Anda perlu untuk disampaikan.

  1. Introduction

Setelah itu lakukanlah perkenalan singkat dengan menyebutkan nama atau beserta jabatan dan bagian.

 

Contoh untuk audiens dewasa:

“Assalamualaikum w. w. Selamat pagi bapak/Ibu sekalian, salam sejahtera untuk kita semua (Welcome). Terima kasih saya ucapkan kepada hadirin sekalian yang sudah menyempatkan hadir di pagi yang indah ini untuk mendengarkan presentasi saya (Praise). Kali ini saya membawa judul “How to Boost Productivity at Work” atau dengan kata lain bagaimana caranya meningkatkan produktivitas kerja (Theme). Kenapa produktivitas ini penting dibahas? Berdasarkan riset internal yang saya ketahui di perusahaan ini ternyata rata-rata karyawan di tahun ini mengalami penurunan produktivitas sebanyak 20%. Bapak/Ibu sekalian mungkin bertanya apa sebabnya? Bagaimana mengatasinya? (Reason). Bersama saya Afif Luthfi, dalam dua jam kedepan saya akan menyampaikan tentang solusi jitu meningkatkan produktivitas (Introduction).

Contoh untuk audiens anak muda dan remaja:

“Assalamualaikum w. w. Pagi guys! (Welcome) Gua ucapin thank you banget udah dateng di acara ini. Gua seneng banget karena pagi yang cerah ini dilengkapi dengan senyum indah dari wajah yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik ini :D. Tepuk tangan dulu dong untuk kita semua (applause) (Praise). Kali ini gua mau bawain tema “Mengontrol Mood 100%” (Theme). Kenapa gua bawain tema ini? Karena kebanyakan dari kita belum bisa mengontrol mood atas diri kita sendiri sepenuhnya. Kita masih suka beralasan mood kita lagi ga bagus ya karena faktor ini itu, dan akhirnya kita menyalahkan situasi atau orang lain. Nah, gimana sih caranya supaya kita bisa lebih happy tiap hari dalam segala situasi? (Reason) Gua Ewing, dalam 30 menit kedepan gua akan share tips gampang ngontrol mood 100% (Introduction).”

Gimana, gampang kan? Kalau Anda semakin banyak berlatih, gak sampe satu menit kok. Atau ya.. lebih-lebih sedikit gak apa-apa. Tapi intinya Anda bisa melakukan opening dengan singkat, padat, dan mengena. Coba dulu, ya! Jika masih gugup saat presentasi, Anda bisa baca juga tipsnya di sini.

 

Afif Luthfi
Learning Director of AND-LC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *