MENCIPTAKAN KESADARAN ITU MUDAH

MENCIPTAKAN KESADARAN ITU MUDAH

Pertanyaan ini pernah dilontarkan dalam salah satu sesi pelatihan yaitu bagaimana cara kita membuat bawahan kita dapat melakukan sesuatu bukan karena diperintahkan atau dipaksa namun karena ia memiliki kesadaran yang tinggi yang didorong oleh tanggung jawab.

Untuk memahami proses berpikir seseorang hingga mencapai tahapan kesadaran tentunya kita harus memahami dasar dari perkembangan moral perkembangan moral yang paling dasar adalah:

  1. Rule of the game, yaitu orang harus tahu betul harus memiliki pengetahuan mengenai aturan main, seperti jika kita bermain sepak bola tentunya yang akan diajarkan pertama kali adalah aturan main tentang olahraga tersebut, sehingga seseorang memiliki satu frame batasan dalam pemikirannya apa yang harus ia lakukan untuk bisa masuk ke dalam lingkungan baru. Jika ia sudah memiliki pengetahuan yang clear dan jelas maka masuk tahapan yaitu ia mulai belajar yang namanya Do and don’t.
  2. Do and don’t yaitu dalam benaknya ia mulai memiliki pola apa yang boleh ia lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Proses ini biasanya sangat ditentukan oleh bagaimana lingkungan memberi hukuman secara sosial secara moral maupun hukuman fisik terhadap seseorang contoh misalnya ketika ada bawahan kita yang melanggar lalu atasan langsung menegur, maka otaknya akan langsung bereaksi mengkaitkan bahwa ini adalah perilaku yang tidak boleh dan demikian juga sebaliknya jika seseorang melakukan sesuatu tindakan yang diharapkan oleh lingkungan sosial dan atasan memberikan apresiasi terhadap tindakan tersebut maka benak pikiran orang tersebut akan belajar bahwa ini perilaku yang saya harus lakukan jika kita sudah melewati tahapan yang kedua ini maka kita akan melewati tahapan yang yaitu tahapan Reward And Punishment.

Baca juga artikel: Pentingnya Kontrol Dalam Kerja

  1. Reward and Punishment, lingkungan sangat menentukan perilaku karena ada ketegasan bahwa ketika mereka melakukan hal yang salah maka hukuman akan berlaku dan inilah yang akan memberi pola pengendalian kepada karyawan bahwa mereka tidak layak melakukan tindakan yang tidak disetujui oleh kelompok secara umum. Kemudian setelah mereka melewati masa hukuman dan apresiasi dari perilaku mereka mulailah mereka terlatih untuk menjadikan pola perilaku yang mereka harus tunjukkan dalam bentuk Kebiasaan.
  2. Kebiasaan, kalau terus dilakukan dengan konsisten maka terciptalah yang namanya kesadaran memunculkan satu insight dari diri seseorang untuk mereka menciptakan pola-pola baru dalam berperilaku terutama perilaku yang masuk dalam etika hidup secara sosial.

Oleh : Andreas Imawanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *