Good rapport adalah proses yang sangat mendasar dari suatu proses coaching karena ketika good rapport tidak dilakukan dengan cara yang benar maka seluruh proses coaching tidak akan punya arti apa-apa baik bagi Anda sebagai pimpinan, juga bawahan yang Anda coaching. Oleh karena itu langkah-langkah dasar yang penting dimiliki oleh seorang coach adalah mereka harus tahu betul bagaimana membangun hubungan saling percaya antara kedua belah pihak.

1. Jangan pernah sekali-kali memanggil bawahan untuk coaching dengan cara mendelegasikan secara lisan kepada orang lain. Selain karena akan membuat malu bawahan Anda yang bisa jadi orang yang Anda delegasikan memberikan komentar yang negatif sehingga membuat bawahan menjadi tidak nyaman.

2. Ketika akan melaksanakan coaching, Anda perlu mempersiapkan seluruh data yang diperlukan karena data ini akan menjadi dasar saling percaya ketika Anda melakukan komunikasi. Sebaliknya ketidaklengkapan data akan membuat bawahan merasa Anda sedang “mengerjai” untuk mencari masalah.

3. Ketika Anda sedang berkomunikasi, siapkan selalu alat tulis dan catat apa yang dikatakan oleh bawahan. Secara psikologis hal ini akan membuat bawahan merasa didengar dan merasa dihargai serta upayakan ketika menggali suatu informasi, Anda tetap dalam koridor sebagai penanya bukan orang yang langsung memberikan judgementkepadanya

4. Upayakan juga melakukan coaching di luar ruangan kerja Anda untuk memberikan suasana saling terbuka dan nyaman kepada bawahan. Karena ruangan akan memberi persepsi bahwa mereka adalah tamu. Namun Anda bisa gunakan ruang makan, kantin atau ruang meeting agar bawahan Anda mendapatkan posisi sejajar .

5. Pada tahapan ini sebaiknya Anda memberikan tanggapan dengan menggunakan pertanyaan yang terbuka dan usahakan tidak memberondong bawahan dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. satu pertanyaan kemudian dengar jawabannya, lalu Anda perhatikan. Ini memberikan efek psikologis berupa perasaan nyaman.

6. Upayakan ketika berkomunikasi pada bawahan Anda, sekali-kali Anda perlu “melompati ruang kerjanya” dengan menanyakan kabar keluarga karena hal ini akan membangun kepercayaan bawahan untuk saling terbuka. Ketika mereka merasa bahwa Anda adalah atasan yang peduli pada kehidupan pribadinya, maka muncul kepercayaan. Namun jangan dipaksa jika bawahan Anda tidak ingin menceritakannya lebih lanjut.

7. Gunakan humor yang sederhana untuk mencairkan suasana agar bawahan Anda juga merasa diterima dan tidak merasa terintimidasi oleh pertanyaan-pertanyaan Anda.

8. Upayakan agar posisi duduk Anda tidak berhadapan langsung kepada bawahan, tetapi sebaiknya posisi Anda berada di samping kiri atau samping kanan, sehingga mengesankan bahwa Anda ingin sama-sama mendampingi bawahan  untuk mencapai goals di depannya

9. Ucapkan terima kasih atas kesediaannya sudah meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya. Untuk mau masuk dalam proses ini, walaupun Anda memiliki hak prerogratif sebagai pimpinan namun kesukarelaan orang tersebut untuk datang melaksanakan coaching harus kita hargai sehingga mereka akan merasa bahwa hal ini penting untuk membantu mereka untuk membangun diri dan masa depan mereka.

Itulah beberapa tips yang bisa kita gunakan ketika kita ingin melakukan proses coaching dengan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *