Tetap Produktif dengan Work From Home

Tetap Produktif dengan Work From Home

Work From Home

Menghadapi fenomena wabah covid-19 ini membuat sebagian perusahaan menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home. Bagi sebagian orang, bekerja dari rumah tidaklah nyaman apalagi jika sehari-harinya terbiasa bekerja dari kantor. Saya sendiri tidak masalah, baik dari rumah atau pun dari kantor, dapat dikerjakan dengan sama baiknya. Meskipun distraksinya agak berbeda. Di rumah, Anda bisa berhadapan dengan anak yang rewel dan memelas setiap waktu. Baginya, mumpung Anda ada di rumah! Tapi di kantor, Anda bisa fokus pada pekerjaan dengan tantangan distraksi yang lain, misalnya obrolan teman, permintaan mendadak, dsb. Namun, kembali kepada dasar dari produktivitas. Tinggal bagaimana Anda mengelola waktu, atensi, dan energi.

Nah, pada artikel kali ini, saya akan membahas khusus tentang bagaimana produktif dari rumah dalam situasi work from home. Apa sajakah itu?

  1. Komunikasikan dengan Keluarga

Setelah Anda mendapatkan kabar akan bekerja dari rumah, cobalah untuk membangun pemahaman dengan keluarga agar tercipta kerja sama yang bagus. Baik itu dari pasangan maupun Anak Anda. Kapan Anda bisa beristirahat dan menemaninya bermain, sebaiknya disepakati.

  1. Khususkan Tempat Untuk Bekerja

Jika Anda bekerja dari rumah, pastikan ada wilayah khusus untuk bekerja yang sengaja Anda set agar bisa fokus di situ. Jangan campur-adukkan wilayah Anda beristirahat dengan bekerja. Misalnya di atas kasur atau di depan TV karena Anda akan mudah terdistraksi. Otak Anda pun akan bingung apakah ini saatnya beristirahat atau bekerja. Otak adalah pengenal pola. Jika Anda mampu membuat wilayah dengan lingkungan yang mendukung untuk bekerja maka Anda akan lebih fokus.

  1. Komunikasikan dengan Rekan Kantor

Sebaiknya ada sistem yang disepakati bersama dengan cara apa Anda berkomunikasi, meeting, melakukan kontrol, menyampaikan progress kerja, dan informasi lain yang perlu diketahui sehingga semua bisa dilakukan melalui media online yang dapat menjangkau semua anggota.

  1. Tentukan dan Persiapkan Saat Memulai Kerja

Sekali lagi, otak adalah pengenal pola yang unik. Jika Anda merasa bekerja di rumah lebih santai sehingga memutuskan untuk tidak mandi dan sarungan dalam memulai hari, sayangnya, orang-orang sukses dan profesional tidak bekerja seperti itu. Mereka tetap mandi dan berpakaian rapi meskipun lebih santai. Dan mereka menetapkan kapan persisnya betul-betul mulai bekerja sehingga otak akan diberikan isyarat dan mental kita akan siap untuk memulai pekerjaan.

  1. Tentukan Jam Istirahat

Transisi ini akan membuat kita seperti tidak sedang bekerja sehingga bisa jadi lupa makan atau lupa istirahat. Tetaplah disiplin pada diri sendiri untuk menggunakan waktu istirahat dan makan dengan sebaik mungkin. Untungnya, Anda bisa pesankan makanan khusus yang dimasak oleh pasangan 😉 (yang belum, mohon bersabar).

  1. Plan your Tasks

Tentukan prioritas, mana yang akan lebih dulu Anda kerjakan. Tentunya yang berdampak besar dan penting. Buat to-do list sebagai fokus target Anda yang realistis dan memiliki tenggat waktu yang jelas.

  1. Atur Atensi Saat Bekerja

Hindari semua distraksi atau gangguan yang tidak penting seperti televisi, notifikasi suara, dan gawai lainnya. Lakukan juga istirahat yang terjadwal. Misalnya saat saya menggunakan teknik podomoro, saya membuat skema 20 menit bekerja – 5 menit istirahat – lalu kembali bekerja lagi selama 20 menit terfokus, dst. Terlalu banyak duduk juga tidak baik untuk kesehatan jantung. Jadi, atur waktu dan aktivitas yang ada agar Anda bisa kembali fokus.

  1. Kelompokkan Tugas yang Ada

Mengerjakan tugas-tugas yang serupa jenisnya akan lebih mudah daripada mengerjakan berbagai tugas yang sama sekali berbeda. Contoh, apabila Anda harus mengerjakan tugas yang administratif, lakukan juga tugas lain yang serupa, misalnya mengerjakan laporan, membalas email, melakukan broadcast, berkomunikasi via telepon, bertransaksi, atau melakukan pencatatan progress kerja.

  1. Olahraga Ringan

Tim kami selalu rutin melakukan peregangan di jam 10 pagi dan jam 3 sore bersama-sama. Supaya apa? Agar kami bisa tetap membangun energi dan pikiran yang positif. Bada segar, pikiran happy sehingga bekerja pun bisa lebih semangat. Ayok, jangan duduk terus, gerak-gerak sedikit!

  1. Akhiri Pekerjaan dengan Tegas dan Jelas

Family time! Anda tetap perlu keseimbangan ini. Jadi, jika Anda sudah memulai jam kerja dengan jelas, akhiri juga dengan jelas, kapan persisnya Anda harus stop, istirahat, gunakan waktu Anda untuk keluarga. Jangan lupa catat pekerjaan yang perlu diteruskan besok, orang yang harus Anda hubungi, dan catatan penting lainnya. Setelah itu bertransisilah dari wilayah kerja menuju wilayah lain untuk diri Anda dan orang sekitar Anda.

 

Oleh Afif Luthfi